Tajamnews86.my.id || Surabaya, 26 September 2026 — Mewakili Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Kodaeral V Kolonel Laut (P) Dr. Moch. Anton Maulana, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., MDMS., Komandan KRI Butana-878 Mayor Laut (P) Verdyanto Agung Nurcahya, S.S.T.Han., S.T., menghadiri kegiatan Refleksi Peristiwa Perobekan Bendera bertajuk “Merah Putih Bertanya”yang digelar di Hotel Majapahit Surabaya. Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kembali salah satu peristiwa bersejarah dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia sekaligus merefleksikan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, dan semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu bangsa.
Kegiatan turut dihadiri oleh sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya, di antaranya Wali Kota Surabaya Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T., Wakil Wali Kota Surabaya Ir. H. Armuji, M.H., Ketua DPRD Kota Surabaya H. Syaifuddin Zuhri, S.Sos., serta unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan.
Rangkaian kegiatan dikemas dalam bentuk Opera Merah Putih Refleksi Peristiwa Perobekan Bendera Tahun 2026. Acara diawali dengan pembacaan prolog mengenai peristiwa perobekan bendera, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang dipimpin Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Pertunjukan kemudian menampilkan sejumlah fragmen sejarah, mulai dari pembacaan Maklumat Presiden Soekarno tanggal 31 Agustus 1945, suasana Surabaya menjelang peristiwa perobekan bendera, hingga adegan kedatangan pasukan Belanda dan peristiwa berkibarnya bendera Merah Putih Biru di Hotel Yamato.
Dalam fragmen “Suroboyo Wani, ditampilkan perjuangan Arek-Arek Suroboyo yang memprotes berkibarnya bendera Belanda. Adegan dilanjutkan dengan perundingan Residen Sudirman dengan Mr. Ploegman mengenai kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia yang kemudian berujung pada perobekan bagian warna biru dari bendera tersebut.
Rangkaian refleksi juga diisi dengan pembacaan puisi Arek Suroboyo yang menggambarkan perjuangan dan pengorbanan para pejuang. Selanjutnya, Forkopimda Kota Surabaya membacakan Seruan Surabaya sebagai bagian dari pesan kebangsaan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan Refleksi Perobekan Bendera 2026 diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda dan Arek-Arek Suroboyo, sekaligus menjaga ingatan sejarah tentang perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, semangat perjuangan para pendahulu diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi penerus serta menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, nasionalisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dispen Kodaeral V
(Red)

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments